Posted by: bukjam | June 16, 2010

Hari Raya Orang Tionghoa Ng Ngiat Ciat五月节 (Peh Cun)

Artikel-Artikel Menarik :::  Sejarah Tionghoa Bangka Belitung ; Informasi Singkat Pulau Bangka Belitung ; Peta Bangka Belitung Indonesia ; Asal-Usul Nama Pulau Bangka ; Hok Lo Pan (Martabak Bangka) ; Hakka Bangka Shaozhu ; Hakka Bangka Belitung Mian ; Kue Khas Hakka Bangka Belitung – Bong Li Piang ; Lo Fu Pan ; Thew Fu Fa ; Ngiong Thew Fu ; Daftar Makanan KHAS Bangka Belitung; Hari Raya Ko Tung ; Hari Raya Ng Ngiat Ciat ; Hari Raya Pat Ngiat Pan ; Hari Raya Makan Kue Si Kentut ; Daftar Hari Raya Orang Tionghoa Bangka Belitung ;

 

Join Facebook Sejarah Tionghoa Bangka Belitung

Follow Twitter Informasi Bangka Belitung

Ng Ngiat Ciat五月节 atau Duan Wu Jie端午节

Hari ini adalah Ng Ngiat Ciat五月节 atau Duan Wu Jie端午节 adalah salah satu hari raya orang tionghoa yang meriah. Ng Ngiat Ciat五月节 adalah sebutan orang Hakka (khek) Bangka Belitung 客家邦加勿里洞 bagi Duan Wu Jie端午节, yakni hari peringatan tewasnya Qu Yuan屈原, seorang yang cinta negara, patriot, negarawan, pejabat pemerintahan, yang hidup pada tahun 340 – 278 Sebelum Masehi, zaman “peperangan negara” (warring state). Masa peperangan negara terdiri dari 7 negara, yaitu Qi, Chu, Yan, Han, Zhao, Wei dan Qin. Qu Yuan屈原 hidup pada masa raja HUAI dari Chu. Dia menganjurkan raja untuk bergabung dengan Qi guna melawan hegemoni Qin. Namun karena hasutan dan fitnah dari pejabat-pejabat korup bahwa Qu Yuan屈原 berkhianat, akhirnya raja HUAI mengasingkan dia. Namun pendapat Qu Yuan屈原 benar adanya, raja HUAI ditipu oleh Qin. Jatuhnya Ying, Ibukota Chu ke tangan Qin membawa kesedihan yang sangat mendalam bagi Qu Yuan屈原 yang tertuang ke dalam puisi terakhirnya berjudul  Ai Ying哀郢 ( Lament for Ying ). Dengan mengikat diri pada batu besar, Qu Yuan屈原 bunuh diri terjun ke sungai Mi Luo汨罗, sekarang termasuk kedalam wilayah timur laut propinsi HUNAN. Rakyat yang tahu Qu Yuan屈原 bunuh diri, mereka berbondong-bondong naik perahu berusaha menyelamatkannya namun sia-sia. Usaha terakhir dari rakyat yang mencintainya adalah melemparkan nasi ke sungai Mi Luo汨罗 agar jasadnya tidak dimakan ikan.

Alkisah seorang dirasuki oleh roh Qu Yuan屈原 mengatakan ia mati karena naga sungai, ia minta nasi dibungkus sutera dalam bentuk segitiga piramida untuk dilempar ke sungai Mi Luo汨罗 sebagai makanan si naga sungai. Nasi dalam bentuk segitiga piramida itu kemudian dikenal dengan nama Cung粽 (Pinyin : Zong Zi粽子).  Nyuk Cung肉粽, demikian orang-orang Hakka (khek) Bangka Belitung客家邦加勿里洞 memanggilnya. Secara hurufiah artinya Cung粽 isi daging. Cung粽 kini tidak hanya dibuat pada saat Hari Raya Ng Ngiat Ciat五月节 atau Peh Cun saja, bahkan sudah menjadi makanan sehari-hari orang-orang Tionghoa, bukan saja dibuat di China, tetapi dimana komunitas orang-orang China berada Cung粽atau Zong Zi粽子 akan mudah didapati. Selain Nyuk Cung肉粽, Ada jenis-jenis Cung粽 atau Zong Zi粽子 yang lain, akan BUKJAM屋檐bahas dalam tulisan berikutnya.

Nyuk Cung (Bacang) BUKJAM

Nyuk Cung (Bacang) BUKJAM Bangka Belitung Ng Ngiat Ciat 五月节 Duan Wu Jie 端午节 Peh Cun

Inilah kisah lahirnya hari raya orang tionghoa Ng Ngiat Ciat五月节, dikenal juga sebagai Hari Raya Peh Cun. Pada hari raya ini diadakan juga Pha Liung Son, lomba Perahu Naga. Pha Liung Son atau Lomba Perahu Naga menambah meriahnya hari raya itu. Mengapa orang tionghoa suku Hakka (khek)客家邦加勿里洞 menyebutnya Ng Ngiat Ciat五月节? Secara hurufiah Ng Ngiat Ciat五月节 artinya hari raya bulan ke-5. Memang benar Hari Raya Ng Ngiat Ciat五月节atau Peh Cun selalu diperingati pada tanggal 5 bulan 5 kelender Tionghoa (imlek). Pada hari itu, orang-orang Tionghoa berbondong-bondong ke laut, di Bangka Belitung mereka pergi ke pantai-pantai terdekat diantaranya pasir padi, matras, parai, hakok, rebo. Begitu juga orang-orang Bangka Belitung di Jakarta mereka ramai ke pantai ancol. Apa yang mereka lakukan? Ada 2 ritual Ng Ngiat Ciat五月节 yang akan mereka lakukan. Pertama, secara simbolis membuang Nyuk Cung肉粽 atau Bacang ke laut. Kedua, mandi air laut di terik matahari. Keduanya memiliki makna tersendiri.

Ng Ngiat Ciat五月节 sacara internasional dikenal dengan nama Dragon Boat Festival atau Double Fifth Day. Hari ini bukan hanya dirayakan di Republik Rakyat China (RRC), Hongkong dan Makau saja tetapi juga ada di Jepang namanya Tango no Sekku kemudian menjadi diubah menjadi Hari Raya Anak-Anak Kodomo no hi, jatuh pada tanggal 5 Mei, sebagai hari libur nasional. Kemudian ada pula di Korea Utara maupun Korea Selatan namanya Dano Festival jatuh pada tanggal 5 bulan 5 kelender lunar. Di Vietnam dikenal dengan nama Tết Đoan Ngọ, juga jatuh pada tanggal 5 bulan 5 kelender lunar. Selain itu di negara-negara lain seperti di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan dan beberapa negara-negara Amerika Latin merayakan Hari Raya Ng Ngiat Ciat五月节 atau Peh Cun atau Dragon Boat Festival atau Double Fifth Day. Dimana orang-orang Tionghoa keturunan merayakan dan turut pula diramaikan oleh masyarakat lokal dimana tempat mereka berada.

Tentang Lomba Perahu Naga, berawal dari kisah Wu Zi Xu 伍子胥 (Wu Yun) yang hidup pada zaman musim semi dan gugur  722-481SM, hidup dalam zaman yang sama dengan Sun Tzu. Wu Zi Xu  adalah seorang seorang adipati kepercayaan raja Helu , Raja negeri Wu. Ketika raja Helu mangkat, putra mahkota Fuchai naik tahta menggantikannya. Tetapi Raja Fuchai terhasut oleh seorang menteri bernama Bopi, yang memfitnah Wu Zi Xu atas tuduhan pengkhianatan. Akhir kisah, Wu Zi Xu mendapat pedang dari Raja untuk membunuh diri. Padahal Bopi adalah orang sekampung dengan Wu Zi Xu dan ia pula yang membawa Bopi di hadapan Raja. Sebelum bunuh diri, Wu Zi Xu minta jika ia mati kelak,  biji matanya diletakan di depan gerbang perbatasan, supaya ia dapat melihat suatu hari kelak negara Wu akan dikalahkan oleh negeri Yue. Dan ternyata ini terbukti kurang lebih 10 tahun setelah ia mati negara Wu ditaklukan oleh negeri Yue. Untuk menghormati dan mengenang Wu Zi Xu, masyarakat mengadakan Lomba Perahu Naga ( Dragon Boat Festival ).

BUKJAM屋檐menyimpulkan bahwa Ng Ngiat Ciat五月节 atau Duan Wu Jie端午节 atau Peh Cun ini adalah hari raya orang-orang Tionghoa yang sudah mendunia. Menjadi festival dunia yang dirayakan banyak orang, bahkan Festival Perahu Naga sudah menjadi ajang pertandingan internasional. Setiap kali perayaan ini dirayakan ingatlah akan awal kisahnya. Seorang cendekiawan tersingkirkan oleh orang-orang jahat dan korup. Seorang patriot bangsa mati berjuang melawan kehancuran negaranya.

Informasi Tionghoa Bangka Belitung : info@bukjam.com
Twitter Tionghoa Bangka Belitung Indonesia : http://www.twitter.com/BUKJAM
Facebook Tionghoa Bangka Belitung : http://www.facebook.com/pages/pangkal-pinang-tanjung-pandan/Makanan-KHAS-Bangka-Belitung/369261530729
FORUM Tionghoa Bangka Belitung : http://www.bukjam.com

 
 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: